Sabtu, 21 September 2024
Sebelum memulai podcast, kita perlu mencari topik. Kalau bisa, topiknya tuh ambil niche tertentu. Jadi, podcast kita bakal jadi top of mind di pikiran orang-orang.
Sebisa mungkin, topik yang diambil tuh enggak cuma menarik, tapi dari kitanya sendiri ngerasa cocok dan bener-bener menguasai topik tersebut. Why? Biar topik podcast-nya bisa terus berlanjut dan konsisten.
Untuk nemuin ide dari topik podcast, hal pertama yang bisa dilakuin adalah melakukan riset, nganalisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)-nya, dan menguji coba ide itu. Salah satu pemancing ide di Podcast Bocor Alus Politik adalah dengan cara diskusi atau ngobrol-ngobrol dengan tim podcast.
Kalau ngelihat podcaster besar, pasti mereka udah punya alat yang profesional. Termasuk podcast Bocor Alus Politik yang peralatannya udah kelas broadcasting. Buat kita yang baru pemula, bisa pakai alat yang dipunya. Intinya, kita tuh kenal sama alat itu. Tahu cara pakainya, tahu kelemahannya, dan tahu bagaimana cara meminimalisasi kelemahan itu.
Yang nggak kalah penting adalah promosi. Biar podcast kita bisa didengerin sama lebih banyak orang. Promosi tentu banyak banget caranya. Kalau di podcast Bocor Alus Politik, salah satu cara promosinya dengan bikin video pendek cuplikan yang menarik dari episode tertentu.
Selain promosi, ada juga yang namanya branding. Gimana orang-orang mengingat podcast kita? Podcast Bocor Alus Politik punya nama yang mudah diingat dan dekat dengan keseharian, yaitu bocor alus yang terinspirasi dari ban. Terus, podcast Bocor Alus Politik ini selalu nyesuaiin karakter host dengan bintang tamu yang diundang, biar nyambung obrolannya. Habis itu, Bocor Alus Politik juga secara konsisten selalu ngerilis episodenya tiap hari Sabtu. Ini juga jadi suatu bentuk branding.
Ihsan Zahri bilang, konten kreator atau podcaster yang dilanda haters tuh nggak boleh bilang: kalau nggak suka konten saya, skip saja. Menurutnya, konten yang dibuat seyogyanya harus bisa dipertanggungjawabkan isi informasinya.
